Mengapa Anjing ?

Ngomong-ngomong tentang Anjing, sampai sekarang saya masih bertanya-tanya kenapa kalau orang mengumpat selalu dengan kata-kata ‘Anjing’. Bukan kucing, cacing, ular, burung atau singa dan sebangsa hewan lainnya? Kan singa lebih serem. Apakah berarti kucing, cacing lebih manis. Lebih sopan. Lebih beradab. Lebih tinggi. Lebih mulia daripada anjing? Ataukah karna anjing dagingnya di haramkan oleh agama tertentu? Ataukah karna najisnya? Saya belum tahu. Toh agama yang mengharamkan daging anjing juga tidak melarang untuk memelihara anjing. Yang penting kita tahu cara membersihkan najisnya. Pan najis bukan dosa tapi membatalkan syarat ibadah.Mmm..kalo tidak salah siih..Jadi kenapa harus ‘anjing’? Dia tidak pernah meminta dirinya menjadi identik dengan umpatan yang bersifat kasar. Sarkastik. Juga tidak mengharap menjadi sebuah nama yang tidak begitu ear-catchy. Dan akhirnya di plesetkan menjadi anjrit, anjrot, anjeeeng atau apalah istilahnya yang bagi saya tidak jauh beda. Oh, please Stopped yelling: Anjing! Tapi saya bisa menerima jika ada yang bilang ‘Asuuuuu, ayu tenan’. Karna menyebut asu untuk hal indah. Kesannya lebih menghargai si anjing itu sendiri.

By the way, setahu saya anjing itu malah diminati oleh orang di seluruh dunia. Bersahabat dengan manusia. Lihat saja banyak film-film bertemakan anjing. Misal Eight Below, Hachi, Marley & Me, Hearty Paws, Underdog, Dalmation 101 dsb. Dan anjing Golden Retriver termasuk anjing yang paling setia, bersahabat & sangat pintar sehingga banyak membintangi film salah satunya ‘Buddy’.

Masih tidak jauh-jauh dari anjing. Beberapa waktu lalu saya bertandang ke rumah sahabat. Di rak buku  saya temukan buku karangan Jaya Suprana yang berjudul Ensiklopedi Kelirumologi. Atau lebih tepatnya saya lancang mencomot karna tanpa permisi lebih dulu dan akhirnya baca sekilas dan menurut saya buku ini bagus jadi worth it jika saya musti beli. Sebenarnya sudah sempat melihat buku ini terpajang di rak toko buku Gramedia tapi saat itu saya belum terpikir beli, ada prioritas buku lain yang saya cari.Biasa, low cost high quality pengennya. High Quality yang saya maksud  bukan berarti ngejudge buku bagus & tidak tapi lebih kepada buku yang saya suka dan membuat saya bersemangat untuk baca. Berarti saya belum cinta buku kah? Secara masih milih-milih buku yang akan di beli. Percayalah, hal tersebut karna berkaitan dengan budget. Dan buku ini recomended ternyata. I’ve got this book,finally.

Ada saya baca di huruf A, artikel tentang pemecatan Arief Budiman seorang Dosen salah satu universitas swasta di Salatiga yang saat itu masalahnya tidak booming di media massa. Bukan tentang Arief Budiman si Dosen yang ceriwis tapi memang arif itu, poin yang saya ambil adalah di bagian ini ada istilah yang sering saya dengar bahwa untuk case tertentu memang mungkin lebih baik didiamkan saja dengan jurus ‘anjing menggonggong khafilah berlalu’. Dengan demikian lambat – laun masalah akan mereda dengan sendirinya bahkan bisa juga berbalik arah angin. Saya jadi mengingat-ingat disekitar kita baik masalah politik, gosip artis, masalah urgent dan masalah sepele lainnya banyak yang didiamkan dan akhirnya menguap begitu saja.

Tidakkah kita sadar bahwa manusia juga menjadikan anjing panutan. Terbukti dalam kehidupan sex gaya Doggy Style sangatlah terkenal dan digemari? Kidding! Kalau ada yang berpendapat bahwa anjing itu setia karna pamrih bukankah manusia lebih pamrih. Dan tidak menjamin setiap manusia pamrih itu bisa loyal sampai akhir. Saya bersyukur dibesarkan dalam keluarga yang tidak memaklumkan umpatan dalam bentuk apapun.

Yang saya tahu anjing menggonggong  pasti karna dia merasakan something wrong. Atau malah sedang happy. Pastinya ada sesuatu. Jadi kalau saya yaaah..berusaha mencari sesuatu yang menyebabkan anjing menggonggong itu apa. At least bisa lebih berhati-hati.

Well..Anjing menggonggong khafilah berlalu. Tapi saya jatuh cinta sama Anjing. Walau bukan berarti saya memutuskan berubah orientasi loh. Kalau anjing menggonggong itu punya saya. Jadi harus bagaimana dong? Apakah saya musti membiarkan anjing terus menggonggong seperti pepatah tersebut? Absolutely not! Karna saya suka Anjing. Karna saya sayang anjing. Dan saya peduli dengan makhluk yang sudah saya putuskan untuk saya miliki…..

One thought on “Mengapa Anjing ?

  1. Hi,
    Nice blog Andyaning :)

    Anjing menggonggong khafilah berlalu, hmmm…. I do not care what people say about me, I do not care with the other people, Whatever, Up to you, Talk to my hand :p

    Asal gk dibelokin aja jd “anjing makan roti manusia makan palu” :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>